Pontianak (ANTARA) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan pelaku UMKM di provinsi itu mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah selama pandemi COVID-19 dengan peningkatan sebesar 4,05 persen.

“Pertumbuhan ekonomi di Kalbar pada kumulatif sampai triwulan I 2022 mengindikasikan keberhasilan yaitu sebesar 4,05 persen,” kata Ria Norsan saat membuka Seminar Nasional dengan mengusung tema “Penguatan UMKM Pasca Pandemi COVID-19 Menuju Kemandirian Ekonomi” yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia DPW Kalbar di Pontianak, Selasa.

Dia mengatakan, peran aktif dari para Pelaku UMKM di Kalbar, dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Kalbar dan ini sangat baik sekali, selain itu PDRB kita juga menjadi meningkat.

Baca juga: Kemeriahan Ramadhan Fair 2022 bantu pelaku UMKM Ketapang

Wagub juga menyampaikan langkah Pemerintah Provinsi Kalbar dalam memberdayakan UMKM yakni dengan melakukan pengembangan aplikasi Belanja Langsung Online Kalbar (BelaOK) untuk mewujudkan prinsip pengadaan barang/jasa yang lebih efisien dan efektif.

“Kepada para pelaku UMKM yang telah bergabung dalam aplikasi BelaOK, harus rajin memantau secara berkala toko daring tersebut, untuk UMKM yang belum bergabung diharapkan dapat meningkatkan produksi dan menjamin ketersediaan barang terlebih dahulu,” katanya.

Ria Norsan berharap para Pelaku UMKM dapat mempersiapkan dan turut memelihara iklim investasi daerah agar UMKM Kalbar dapat naik kelas.

“UMKM sudah terbukti mampu menjadi penyelamat ekonomi di saat krisis pandemi COVID-19, sehingga Kalbar dapat menuju kemandirian ekonomi,” tuturnya.

Baca juga: Gema Ekonomi Syariah Kalbar hadir di Gaia Mall kenalkan produk UMKM

 




Share.
Exit mobile version