Bupati Muda terima kunjungan Direktur USAID Indonesia



Pontianak (ANTARA) – Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat Muda Mahendrawan menerima kunjungan Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Indonesia Jeff Cohen ke kabupaten setempat, sebagai salah satu daerah yang menjadi lokasi kerja USAID SEGAR di Kalbar.

Kubu Raya merupakan salah satu dari empat kabupaten yang didukung oleh USAID melalui proyek Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) yang fokus dalam peningkatan tata kelola lingkungan.

Baca juga: USAID terus berkomitmen dukung Kalbar tingkatkan tata kelola lingkungan

“Pemerintah dan masyarakat Kubu Raya berterima kasih atas dipilihnya Kubu Raya menjadi salah satu lokasi kerja USAID SEGAR di Kalimantan Barat,” kata Muda Mahendrawan saat menerima kunjungan Direkrut USAID Indonesia Jeff Cohen, di Sungai Raya, Senin.

Dia mengatakan, hal itu sangat membantu komitmen Kubu Raya dalam memperkuat upaya pilar tata kelola pemerintahan, tata kelola lingkungan, dan tata kelola usaha yang saling mendukung satu sama lain.

Bupati Muda berharap kegiatan USAID SEGAR di Kubu Raya dapat memperkuat peta kerja pembangunan ekosistem data yang sudah dimulai pada tahun 2021.

Selain itu, rencana kegiatan USAID SEGAR di beberapa desa dampingan hasil konsultasi berjenjang dengan Bappedalitbang Kabupaten Kubu Raya dan berbagai SKPD terkait, diharapkan juga dapat membantu pihaknya memperkuat pemerintahan desa dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat dengan tetap menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup yang ada di desa.

Sementara Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen, dalam kunjungannya itu mengatakan melalui proyek SEGAR, USAID mendukung pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan dan pelaksanaan tata kelola lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Fahutan Untan dan USAID SEGAR kerja sama Program Magang MBKM

Selain itu, USAID juga akan membangun kapasitas aktor kunci lainnya, termasuk pihak swasta dan petani swadaya yang memiliki komitmen untuk mengurangi dampak lingkungan di sepanjang rantai pasok.

“USAID berharap dapat melanjutkan kerja sama ini dan mendukung Kubu Raya untuk meningkatkan tata kelola lingkungan yang dapat memberi manfaat jangka panjang bagi semua pihak,” katanya.

Kedatangan delegasi USAID Indonesia itu didampingi perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menjadi mitra Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan proyek USAID SEGAR.

Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Nur Hygiawati Rahayu menyatakan, sebagai salah satu lokasi proyek USAID SEGAR dan penerima manfaat proyek USAID SEGAR, Pemerintah Provinsi Kalbar beserta kabupaten terpilih, termasuk Kubu Raya, diharapkan mampu berkolaborasi bersama.

Baca juga: Pemkab Kubu Raya dorong partisipasi penyandang disabilitas dalam pembangunan

Kolaborasi dalam berbagai kegiatan proyek USAID SEGAR untuk meningkatkan tata kelola pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan berbasis lanskap serta mendorong sektor swasta untuk menaati standar-standar lingkungan dan sosial dalam rantai pasok komoditasnya. Sehingga mengurangi ancaman terhadap keanekaragaman hayati serta mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor berbasis lahan dan dapat mencapai target-target prioritas pembangunan nasional dan SDGs.

Selain Kubu Raya, USAID SEGAR juga turut mendukung tiga kabupaten lain di Kalbar yaitu Sanggau, Sintang, dan Ketapang.

Selain memperkuat dukungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terhadap inisiatif USAID, pertemuan ini dimanfaatkan oleh perwakilan tim USAID SEGAR untuk menyampaikan perkembangan proyek tersebut di Kubu Raya.

Baca juga: XL Axiata ikut kampanye perubahan perilaku bersama pemerintah

Meski proyek baru berjalan selama kurang lebih satu tahun, sudah banyak kegiatan proyek USAID SEGAR yang menjadi fondasi untuk peningkatan tata kelola lingkungan di Kubu Raya. Fondasi yang berupa hasil kajian, pemetaan, serta dukungan dari pemerintah kabupaten dan para aktor pembangunan yang ada di Kubu Raya akan menjadi modal kuat untuk pelaksanaan kegiatan proyek USAID SEGAR di tahun-tahun berikutnya.