Cek Minyak Goreng di Sanggau, Staf Kemendag RI Ngaku Belum Tahu Penyebab Kelangkaan – Kalimantan Today


Foto—Staf Kementerian Perdagangan RI, Lucky tengah menanyai pengelola toko ‘Hoki’ didampingi Kepala Dinas Perindagkop dan UM Sanggau, Sy. Ibnu Marwan Alqadrie (paling kanan), Selasa (01/03/2022)—Kiram Akbar

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Kelangkaan minyak goreng masih terjadi Kabupaten Sanggau. Tim dari Kementerian Perdaganan (Kemendag) RI bersama Kepala Dinas Diseperindagkop ESDM Kabupaten Sanggau, Sy. Ibnu Marwan Alqadrie mengecek langsung ke gudang dan grosir di Kota Sanggau, Selasa (01/203/2022).

“Kita mau mencari tahu, kendalanya ada dimana. Kita lihat dari yang paling bawah, dari pengecer, bahwa memang betul adanya tidak ada ketersediaan minyak goreng di Sanggau ini. Nanti kita telusuri sampai ke atas,” kata Staf Kementerian Perdagangan RI, Lucky disela-sela pengecekan di sejumlah pasar di Kota Sanggau, Selasa (01/03/2022).

Seharusnya, kata Lucky, ketika produsen minyak goreng masih berproduksi, harusnya ada output dari produksi tersebut.

“Itu kemana? Itu yang coba kita telusuri saat ini. Makanya kita ke lapangan untuk memastikan, hambatannya dimana. Karena memang negara kita kepulauan, mungkin ada hambatan salah satu rantai distribusiya,” kata dia.

Setelah melakukan pengecekan seperti di gudang milik Indomarco dan toko ‘Hoki’, faktanya minyak goreng tak ditemukan.

“(Pengelola gudang Indomarco, red) Dia bilang sudah tidak ada pengiriman minyak goreng. Terakhir itu akhir bulan Januari 2022 dari di Pontianak. Artinya memang kosong. Kalau di masyarakat bilang hilang, di distributornya saja tidak ada minyak, bagaiaman mungkin bisa sampai ke retailer,” bebernya.

Ia berharap kelangkaan tak berlarut-larut. Mengingat satu bulan lagi akan memasuki Ramadan.

“Kita coba telusuri dulu, hambatannya dimana, apakah ada hambatan di rantai distribusinya. Banyak hal lah ya, kita tidak bisa menuduh siapa-siapa. Mudah-mudahan dengan terjun langsung ke lapangan, kita bisa tahu. Ternyata di retailer kosong, distributor kosong. Berarti kita akan naik lagi ke atas (produsen). Produksi berapa sih sebenarnya, disalurkan terakhir kapan,” ujarnya.

Ditanya dugaan adanya penimbunan, Lucky enggan berspekulasi. “Saya tak tahu. Saya tak bisa sebutkan itu. Kita harus telusuri dulu hambatannya diamana,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau Syarif Ibnu Marwan Alqadrie yang ikut dalam pengecekan berharap setelah tim ini mengetahui kondisi di lapangan, ada tindakan nyata dari Kemendag RI terhadap solusi kelangkaan minyak goreng ini.

“Kalau perlu berikan sanksi kepada produsen yang tak mau memenuhi 20 persen minimal kebutuhan minyak goreng dalam negeri. Apalagi akan menghadapi bulan Ramadan. Harapan saya sebelum puasa kondisi ini sudah kembali normal,” kata Ibnu Marwan. (Ram)