Polisi bantu evakuasi korban banjir di Kelurahan Pasiran Singkawang



Pontianak (ANTARA) – Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo membantu proses evakuasi warga yang menjadi korban banjir di bantaran sungai Jalan Pasar Baru, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.

“Kami mendapatkan informasi dari anggota yang menyebutkan jika ada rumah warga yang berada di Pasar Turi dalam terendam banjir. Segera kita menggerakkan anggota untuk membantu proses evakuasi warga disana,” kata Adhi di Singkawang,Kalimantan Barat, Jumat.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Kota Singkawang pada Kamis (10/2) malam membuat sejumlah ruas jalan menjadi banjir.

Bahkan banjir juga telah menggenangi sejumlah rumah warga yang berada di bantaran sungai Jalan Pasar Baru, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Akibatnya, belasan warga bantaran sungai harus di evakuasi ke Shelter Harmoni yang berada di Sakok, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

Dalam upaya evakuasi tersebut, didapati dua orang bayi yang salah satunya baru berusia 6 hari, dimana kondisi orang tuanya sangat susah untuk berjalan. Sehingga bayinya harus di bawa ke tempat yang aman yakni Shelter Harmoni (BLKI Sakok).

“Saya sudah memerintahkan Kapolsek Selatan untuk menyiapkan tempat, pakaian kering, tenaga medis dan saya juga memerintahkan Kasat Sabhara untuk membawa beras dan sembako ke tempat penampungan banjir,” tuturnya.

Sampai saat ini, Kapolres Singkawang beserta anggotanya masih standby di sekitar lokasi banjir, karena cuaca masih mendung dan tidak menutup kemungkinan akan turun curah hujan kembali.

“Bagi warga Singkawang yang membutuhkan evakuasi bisa menghubungi ke nomor kontak 085245007108,” pintanya.

Ketua Tagana Singkawang, Feri Samson mengatakan, belasan warga bantaran sungai yang di evakuasi dua diantaranya adalah bayi.

“Mereka masing-masing berusia 6 hari dan 3 bulan. Selebihnya merupakan balita, anak-anak dan orang
dewasa,” katanya.

Menurutnya, ketinggian air akibat hujan deras Kamis sore saat ini sudah mencapai 1 meter. “Bahkan air juga sudah masuk ke rumah mereka,” ujarnya.

Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Tagana Singkawang bergerak cepat untuk mengevakuasi sejumlah warga yang terdampak banjir.