Bupati Sanggau Di Dampingi Forkompimda Dengar Dan Simak Arahan Presiden Terkait Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Varian Omicron Di Indonesia


//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU – Bupati Sanggau, Paolus Hadi, S.IP, M.Si di damping Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf. Bayu Yudha Pratama, Kapolres Sanggau, AKBP Ade Kuncoro Ridwan, S.Ik, Kepala Kejari Sanggau atau yang mewakili dan Kepala Pengadilan Negeri Sanggau, Dian Anggraini, SH., MH mendengarkan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait hadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan melalui virtual zoom meeting, bertempat di Ruang VVIP Lantai II Kantor Bupati Sanggau, Senin (7/2/2022).

Dalam kesempatan tersebut Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyampaikan bahwa di tahun 2021 kita bisa melewati gelombang demi gelombang termasuk yang terakhir gelombang varian delta dengan kerja sama, bergotong royong kita bisa mengendalikannya dengan baik tetapi memasuki tahun 2022 negara kita menghadapi tantangan baru yaitu varian omicron yang penularan nya 4 kali lebih cepat dari varian delta.

“Dan kalau kita melihat tren kasus omicron dunia ada Amerika, Inggris, Perancis kasusnya sangat tinggi sekali untuk omicron. Tetapi untuk tingkat hospitalisasinya masih pada posisi yang di bawah varian delta, saya kira belajar dari negara-negara lain, kita ingin menangani varian omicron di negara kita bisa dengan manajemen yang lebih baik dari saat kita menghadapi varian delta di 2020 maupun di 2021. Perlu kita lihat tren kasus omicron di negara kita Indonesia sampai saat ini 93% kasus omicron ada di Jawa dan di Bali tapi yang kita patut bersyukur tingkat hospitalisasinya masih rendah, penggunaan ICU juga masih rendah, kematian juga masih sangat rendah yang patut kita syukuri kalau dibandingkan varian delta,” kata Presiden RI, Joko Widodo.

Tetapi, lanjut disampaikan Presiden RI bahwa kita tetap berhati-hati dan akan saya sampaikan angka-angkanya untuk DKI, Banten, Jatim, Jabar dan Jateng. Hati-hati kasus naik tetapi tingkat hospitalisasinya masih rendah, penggunaan ICU juga masih rendah, kematian juga masih sangat rendah.

“Sedangkan kasus di Bali kasus nya semakin naik dan hospitalisasinya juga semakin naik, nanti saya akan kirim tim juga ke sana untuk kabupaten dan provinsi untuk melihat secara detail. Saya kira harus disiapkan masing-masing dari kabupaten dan provinsi untuk kasus omicron tersebut. Kalau kita lihat juga untuk karakter pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional 66% bergejala ringan dan 93% tanpa komorbid dan 7% dengan komorbid. Oleh sebab itu, yang ringan sama yang tanpa gejala prioritaskan untuk masuk ke isoter atau isoman dan rumah sakit hanya diperuntukkan untuk yang sedang, sama yang berat, dan sama yang kritis kita siapkan, jadi tidak semuanya masuk rumah sakit,” jelas Presiden RI.

Lebih lanjut, Presiden RI sampaikan bahwa kalau kita lihat karakter pasien yang meninggal untuk omicron 69% belum vaksin lengkap artinya vaksin menjadi kunci bagi penanganan varian omicron untuk menekan angka kematian.

“Oleh sebab itu, sekali lagi percepatan vaksinasi sangat menentukan, saya minta Panglima TNI, Kapolri, bersama seluruh jajarannya Danrem, Kapolda, Kapolres, Dandim, untuk mempercepat vaksinasinya terutama untuk lansia. Karena memang kunci dari penanganan omicron ini adalah vaksinasi yang dipercepat dan tingkatkan lagi keamanan protokol kesehatannya. Sekali lagi saya minta semua rumah sakit dicek kembali yang berkaitan dengan oksigen dan obat-obatan agar segera menyampaikan kepada Menteri Kesehatan apabila ada kekurangan atau belum siap agar segera mempersiapkan informasi yang secepatnya, tidak usah terlalu panik dan masyarakat diberikan penjelasan yang tenang dan bagus, serta manajemen lapangan yang terkendali,” ujar Presiden RI.

Penulis         : Alfian